Pada 04 September mendatang, tepatnya pada hari Rabu, sebagian umat Islam Indonesia akan merayakan tradisi Rebo Wekasan. Tradisi ini dilakukan setiap tahun menjelang datangnya bulan Maulid.
Rebo Wekasan atau juga biasa disebut Rebo Pungkasan merupakan hari yang memiliki makna khusus bagi sebagian umat Islam Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Islam Jawa. Hari ini kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan, yang sering kali dianggap sebagai hari yang penuh musibah.
Wekasan dalam bahasa Jawa bermakna pungkasan atau akhir. Jadi, Rebo Wekasan secara bahasa adalah hari Rabu Terakhir di bukan Safar. Di mana tradisi ini diselenggerakan sebelum memasuki bulan Maulid, atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sebagai sebuah tradisi, Rebo Wekasan merupakan praktik kebudayaan yang dilakukan oleh sebagian umat Islam yang diadakan di hari terakhir bulan Safar, yaitu bulan ke-2 dari 12 bulan penanggalan Hijriyah.
Sebagaimana diungkapkan di atas, Rebo Wekasan sendiri sering kali dikaitkan dengan bencana dan musibah. Budaya Jawa meyakini, Allah SWT menurunkan sedikitnya 320 ribu bencana ke muka bumi pada hari tersebut.
Selain itu, ada beberapa amalan Rebo Wekasan yang sering dilakukan, di antaranya melaksanakan sholat mutlak empat rakaat. Amalan ini dianjurkan saat Rebo Wekasan sebagaimana diterangkan dalam kitab Al-Risalah Al-Badi’ah.
Islamadina.org – News
Editor: Rohmatul Izad

