Islamadina.org – Menurut Sayyidi Syekh Abi Al-Abbas bin Ahmad bin Zaruq Al-Fasi rahimahullah dalam Syarh Ushul Asy-Syadziliyah Al-Musamma Ad-Durrah Asy-Syarifah Syarh Ushûl Ath-Thariq karya “Arif billah Muhammad bin Ali Al-Kharrabi Ath-Tharabulisi, dasar ajaran thariqah Syadziliyah adalah sebagai berikut.
أُصُولُ طَرِيْقَتِنَا خَمْسَةُ أَشْيَاء, تَقْوَى اللهِ فِي السِّرِّ وَالعَلَانِيَّةِ. وَاتَّبَاعُ السُّنَّةِ فِي الأَقْوَالِ وَالْأَفْعَالِ. وَالْإِعْرَاضُ عَنِ الْخَلْقِ فِي الْإِقْبَالِ وَالْإِدْبَارِ. وَالرِّضَا عَنِ اللَّهِ في الْقَلِيْلِ وَالْكَثِيرِ. وَالرُّجُوعُ إِلَى اللهِ تَعَالَى فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ.
Artinya: “Dasar atau fondasi ajaran thariqah kami ada lima. Pertama, takwa kepada Allah SWT, baik secara lahir maupun batin. Kedua, memegang teguh ajaran Rasulullah SAW yakni dengan menjaga ucapan, tindakan dan perbuatan. Ketiga, berpaling hatinya dari makhluk, baik dalam menerima kebenaran atau menolak yang lain. Keempat, ridha kepada Allah SWT yakni menerima dengan baik atas segala pemberian Allah SWT, baik banyak maupun sedikit. Kelima, kembali kepada Allah SWT, baik dalam keadaan senang maupun susah.” (Syaikh Muhammad bin Ali Al-Kharrubi Ath-Tharabulisi. t.t.. Syarh Ushül Asy-Syadziliyah Al-Musamma Ad-Durrah Asy-Syarîfah Syarh Ushûl Ath-Thariq. t.k.: t.p., hal. 33.)
Takwa diwujudkan dengan sifat wara’ dan istiqamah. Memegang teguh ajaran Rasulullah SAW diwujudkan dengan sikap hati-hati dan berperilaku yang baik, Berpaling hatinya dari makhluk diwujudkan dengan sikap sabar dan tawakal kepada Allah SWT. Ridha kepada Allah SWT diwujudkan dengan sikap qana’ah (menerima) dan pasrah. Kembali kepada Allah SWT diwujudkan dengan ucapan hamdalah, bersyukur serta kembali kepada-Nya, baik dalam keadaan senang maupun susah.

